13/05/12

Kisah klasik FKIP Unram

FKIP Unram sebagai salah satu penyelenggara pendidikan tinggi  dengan visi menghasilkan lulusan yang cerdas, kompeten dan kompetitif sampai saat ini belum memperlihatkan kemajuan yang nyata. Visi tersebut hanya dijadikan sebagai sebuaah teori dan ilusi belaka. Fakultas yang sering disebut sebagai kampus putih ini minim dengan kontribusi nyata. Sudah saatnya mahasiswa berteriak, sudah saatnya mahasiswa terbangun dari tidur lelap ini. Melihat keadaaan kampus yang sudah 9 kali pergantian kepemimpinan, dari tahun 1981 sampai dengan tahun 2011 masalah klasik selalu tidak bisa terselesaikan dengan cepat. Kedengarannya sepele kawan-kawan, namun akan berdampak besar bagi kelangsungan aktivitas civitas akademika. Contohnya saja ketika mahasiswa ingin melaksanaan seminar skripsi dan kegiatan – kegiatan organisasi selalu saja terhambat karena fasilitas kampus ini masih sangat kurang. LCD, werles, mike. masih menjadi tema utama dalam setiap percakapan mahasiswa. Keluhan tentang tidak adanya mike di kampus ini selalu saja terdengar. Pada saat fakultas mengadakan acara, terlihat lebih dari 3 mike yang dipakai demi kelancaran acara tersebut, tapi entah kenapa disaat mahasiswa yang mengadakan kegiatan, semua mike tersebut hilang bagaikan ditelan monster. hal Itu baru sebatas permasalahan perlengkapan, belum lagi terkait dengan gedung disebelah selatan gedung A FKIP yang empat tahun yang lalu sampai sekarang masih  belum selesai dibangun.
 
Lagi-lakgi tektorat memperlihatkan arogansinya dengan menaikan dana KKN periode 2 dari 150 ribu menjadi 250 ribu. Bagi mahsiswa yang orangtuanya sebagai pengusaha ataupun pejabat itu tidak masalah, tapi lihatlah mahasiswa yang orangtuanya hanya memiliki kinginan dan modal nekat untuk memperkuliahkan anaknya berlari-lari mencari uang dan bahkan berani berhutang hanya untuk melihat anaknya berkulliah. Berangkat dari hal itu, pada hari kamis, 26 juni yang lalu, BEM FKIP unram bersama-sama dengan BEM Unram, MIPA, pertanian, dan Kedokteran melakukan aksi demonstrasi  keliling unram yang dimulai dari FKIP , LPM, kedoktran dan berakhir di rektorat. Beberapa point tuntutan dari BEM FKIP diantaranya mendesak pihak fakultas agar melanjutkan pembangunan gedung E, memperbanyak fasilitas pendukung perkuliahan dan kegiatan organisasisi mahasiswa, dan membatalkan kenaikan dana KKN.
Kawan,. Mungkin anda boleh apatis melihat hal ini, menganggap kami hanya bermain-main dan memandang kami dengan sebelah mata ketika kami melakukan aksi-aksi yang kelihatannya tak berguna. Ingtlah kawan, suara mahasiswa mampu menggoncangkan istana negara, suara kami mampu menurunkan kediktatoran soeharto, apalagi sekelas rektor.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar