FKIP Unram sebagai salah satu penyelenggara
pendidikan tinggidengan visi
menghasilkan lulusan yang cerdas, kompeten dan kompetitif sampai saat ini belum
memperlihatkan kemajuan yang nyata. Visi tersebut hanya dijadikan sebagai
sebuaah teori dan ilusi belaka. Fakultas yang sering disebut sebagai kampus
putih ini minim dengan kontribusi nyata. Sudah saatnya mahasiswa berteriak,
sudah saatnya mahasiswa terbangun dari tidur lelap ini. Melihat keadaaan kampus
yang sudah 9 kali pergantian kepemimpinan, dari tahun 1981 sampai dengan tahun
2011 masalah klasik selalu tidak bisa terselesaikan dengan cepat. Kedengarannya
sepele kawan-kawan, namun akan berdampak besar bagi kelangsungan aktivitas civitas
akademika. Contohnya saja ketika mahasiswa ingin melaksanaan seminar skripsi
dan kegiatan – kegiatan organisasi selalu saja terhambat karena fasilitas
kampus ini masih sangat kurang. LCD, werles, mike. masih menjadi tema utama
dalam setiap percakapan mahasiswa. Keluhan tentang tidak adanya mike di kampus
ini selalu saja terdengar. Pada saat fakultas mengadakan acara, terlihat lebih
dari 3 mike yang dipakai demi kelancaran acara tersebut, tapi entah kenapa disaat
mahasiswa yang mengadakan kegiatan, semua mike tersebut hilang bagaikan ditelan
monster. hal Itu baru sebatas permasalahan perlengkapan, belum lagi terkait
dengan gedung disebelah selatan gedung A FKIP yang empat tahun yang lalu sampai
sekarang masihbelum selesai dibangun.
Lagi-lakgi tektorat memperlihatkan arogansinya dengan menaikan dana
KKN periode 2 dari 150 ribu menjadi 250 ribu. Bagi mahsiswa yang orangtuanya sebagai
pengusaha ataupun pejabat itu tidak masalah, tapi lihatlah mahasiswa yang
orangtuanya hanya memiliki kinginan dan modal nekat untuk memperkuliahkan
anaknya berlari-lari mencari uang dan bahkan berani berhutang hanya untuk
melihat anaknya berkulliah. Berangkat dari hal itu, pada hari kamis, 26 juni
yang lalu, BEM FKIP unram bersama-sama dengan BEM Unram, MIPA, pertanian, dan
Kedokteran melakukan aksi demonstrasikeliling unram yang dimulai dari FKIP , LPM, kedoktran dan berakhir di
rektorat. Beberapa point tuntutan dari BEM FKIP diantaranya mendesak pihak
fakultas agar melanjutkan pembangunan gedung E, memperbanyak fasilitas
pendukung perkuliahan dan kegiatan organisasisi mahasiswa, dan membatalkan
kenaikan dana KKN.
Kawan,.
Mungkin anda boleh apatis melihat hal ini, menganggap kami hanya bermain-main
dan memandang kami dengan sebelah mata ketika kami melakukan aksi-aksi yang
kelihatannya tak berguna. Ingtlah kawan, suara mahasiswa mampu menggoncangkan
istana negara, suara kami mampu menurunkan kediktatoran soeharto, apalagi
sekelas rektor.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar