Indahnya
kebersamaan, selain dengan kuatnya persatuan yang tersemai, perjuangan akan
sangat terasa ketika kita saling mengurangi beban secara bersama-sama. Ketika
senyum kawan-kawa n menjadi penawar bagi kesempitan-kesempitan yang terasa,
ketika kehangatan do’a kawan-kawan menjadi pengobat jiwa yang mungkin sedang
luka. Begitulah cara tuhan membagi nikmat-Nya bagi kita semua. Lalu, masih
pantaskah diri ini tak mau saling menopang, sedang satu tubuh selalu tak
sanggup mengemban besarnya amanah ?
ketika
banyaknya cerita yang mesti kita tulis dibilangan hari yang terhampar. Bilamana
waktu untuk sekedar fokus telah tersita dengan berbagai macam langkah yang mau
tak mau harus dikerjakan, maka hal itu harus selalu ditanamkan di dalam diri ini.
Bahagia dan kelapangan hati, selalu menghiasi pengorbanan dan
kelelahan-kelelahan yang menghampiri. Semua takkan pernah terasa, selagi kita
masih bisa bersatu, bekerjasama, dan menjalin komunikasi yang baik. walau
akhirnya, kita selalu berkata, bahwa pasti akan banyak kontribusi jikalau kita
bekerja dengan cara kita sendiri.
Bisa
saja itu benar adanya, namun kesempatan untuk sekedar merasa, bagaimana
manisnya melewati hari dari satu perjalanan menuju perjalanan berikutnya bersama
kawan-kawan adalah nikmat yang tak pernah tergantikan. Bagaimana kisah kita
terurai bersama sentakan semangat dan keinginan menggapai perubahan. dan ketika
cerita-cerita sederhana bertabur hikmah yang tersebar dalam bilangan waktu yang
kita habiskan bersama. Semuanya adalah anugerah kebersamaan yang Tuhan ciptakan
bagi mereka yang memahami. Bahwa HIDUP Takkan pernah bisa sendiri.
Setiap
masa selalu ada momentum yang tercipta, begitu juga dengan BEM FKIP yang
terlahir sebagai bentuk kepedulian Mahasiswa untuk mengadakan pembelaan
terhadap hak-hak mereka. Dari berbagai macam bentuk dan karakter yang ada, kami
bangga dengan kawan-kawan yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran
kawan-kawan untuk membawa BEM FKIP menuju perjuangan yang berarti. Terimaksih
dan Apresiasi tertinggi Kami sampaikan kepada kawan-kawan pengurus BEM FKIP
periode 2010/2011.
Setiap
Kepengurusan meski menyisakan sebuah rekomendasi agar bisa dipertimbangkan
dengan matang oleh kepengurusan selanjutnya. Ditinggalkan oleh pengurus
merupakan perkara yang sudah lumrah terjadi disetiap organisasi. komitmen yang
kuat mungkin bisa meminimalisir hal itu, mengeluarkan pengurus yang 3 kali
tidak menghadiri rapat dan menghadiri kegiatan secara beruntun mungkin bisa
dijadikan solusi akan hal ini. Ketegasan Seorang pemimpin dalam mengambil
keputusan juga harus selalu dan senantiasa mengiringi. Kami menyadarai bahawa
yang demikian adalah letak kelemahan pada kepengurusan periode ini. Perencanaan
yang matang terhadap program kerja BEM merupakan sebuah keniscayaan yang mesti
dilakukan agar anggaran BEM FKIP bisa di kelola dengan baik. Komunikasi dengan
pihka Fakultas, HMPS, dan UKMF harus senantiasa ditingkatkan. Responsip
terhadap isu kampus harus selalumengiringi departemen kebijakan Kampus. Dan terakhir, jagalah
Anggota-anggota BEM FKIP, karena keberadaan Merekalah amanah ini akan terasa
nikmat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar